Prosedur
jaringan DHCP pada kelas C
1.
Buatlah desain sebuah jaringan yang
memiliki sebuah server dan sebuah switch.
2.
Klik dua kali pada server, klik tab
Services, pilih DHCP. Atur Default Gateway, Start IP Address, Subnet Mask, dan
Maximum Number of User, lalu Save.
3.
Berikan IP Address manual pada server.
4.
Atur IP Address untuk masing-masing
komputer client secara otomatis dengan menggunakan DHCP. Klik dua kali pada
komputer client, klik tab Desktop, pilih IP Configuration, atur IP
Configuration secara DHCP, maka IP Address, Subnet Mask dan Default Gateway
akan otomatis terisi.
5.
Lakukan ping dari satu komputer ke keomputer
lainnya untuk memastikan jaringan berhasil dibuat.
- Buat lagi sebuah jaringan yang lainnya, lakukan hal yang sama seperti jaringan sebelumnya dengan kelas yang berbeda.
- Tambahkan router untuk menghubungkan kedua jaringan.
- Double klik pada router, klik tab Config, pilih FastEthernet0/0. Nyalakan Port Status, isi IP Address yang merupakan IP Address terakhir pada jaringan pertama atau Default Gateway dan Subnet Masknya.
- Lakukan hal yang sama pada FastEthernet0/1 dan isi IP Address dan Subnet Mask sesuai dengan jaringan kedua.
- Jaringan sudah terbentuk.
- Lakukan ping dari komputer jaringan pertama ke komputer jaringan kedua untuk mengetahui apakah jaringan tersebut berhasil atau tidak.
Prosedur
jaringan wireless
1.
Buatlah desain sebuah jaringan wireless
yang memiliki sebuah access point.
2.
Double klik pada komputer, klik tab
Physical.
3.
Klik Zoom Out untuk menampilkan
keseluruhan pada komputer.
4.
Matikan komputer untuk memasang WLAN Card.
5.
Pilih WMP300N yang merupakan WLAN yang
akan dipasang pada komputer.
6.
Lepas LAN dan ganti dengan WLAN.
7.
Jika sudah dipasang, hidupkan komputer.
8.
Atur IP Address komputer.
9.
Lakukan hal yang sama pada komputer
lainnya.
10.
Lakukan ping dari satu komputer ke
komputer lainnya.
Komentar
Posting Komentar